KOIL

Posted by creative @ useless On 23.22
















KOIL, , , ,


Ini adalah sejarah terbentuknya koil. Tulisan ini mungkin ada banyak bohongnya atau juga betul semua, kami tidak yakin karena sudah banyak yang lupa dengan sejarah masing-masing karena memang jarang diingat-ingat.
Semuanya bermula sekitar awal 90an, saat itu Otong ingin membentuk sebuah band, cuma sayangnya dia itu orangnya ngga bisa main musik, dia cuma punya ide dan khayalan-khayalan tentang apa yang kan dibuatnya nanti, karena tidak satu orangpun yang mendukung, ia agak frustasi, karena saat itu sedang musimnya metal-metalan sedangkan Otong inginnya bikin musik yang bukan metal, belom tau apa namanya, yang pasti berbau new wave seperti band-band eropa tahun 70-80an.

Karena tidak satu teman pun yang menerima ide ini maka Otong bingung, ia menjual semua barang-barangnya dan pergi entah ke mana tujuannya, ternyata ia terlunta-lunta keliling eropa, sampai akhirnya balik ke Indonesia sekitar 1993.

Otong dan Doni mengajak Dikki untuk meneruskan ide membentuk band, sebentar kemudian Dikki keluar, dan diganti oleh Richard dan Radom, saat itu mereka hanya bisa membuat lagu dari gitar akustik karena memang ngga punya alat musik lainnya, semuanya direkam di tape yang butut.

Lagu-lagu tersebut oleh Otong selalu ditambah bunyi-bunyian yang ia rekam dari sumber lain, jadi rame katanya, daripada hanya bunyi gitar akustik doang. Suatu hari anak-anak ini berkumpul dan mengajak Lusi dan Leon untuk nge-jam barengan, saat itu mereka memakai beberapa keyboard dan peralatan pinjaman lainnya, dan terbentuklah beberapa lagu yang sangat aneh dan rumit, karena isinya cuma bunyi-bunyian dari peralatan yan? mereka semua tidak bisa memainkannya, dan Lusi menyanyi di beberapa bagian lagu.

Setelah hari itu kemampuan musik mereka berkembang pesat, dan mulai lebih serius membuat materi selanjutnya, sayangnya Richard dan Radom terlalu sibuk kuliah dan jarang ada waktu luang untuk aktif dalam band, sehingga mereka terpaksa keluar, dan diganti oleh IBRAHIM NASUTION dan LEGOH LEON RAY. Kedua orang ini sangat mahir memainkan instrumen, dan banyak mengajarkan teknik kepada Otong dan Doni, sehingga mereka berempat bisa lebih solid memainkan musik mereka sendiri.

Sejak awal mereka tidak mau membawakan lagu orang lain, sedangkan saat itu sebagian besar band adalah band top40, atau juga band underground yang membawakan lagu punk atau band metal yang menyanyikan lagu band-band bule, karena hal ini Koil selalu tersisih dari panggung-panggung yang ada, jadi mereka mengkonsentrasikan band untuk rekording dan mencoba untuk pasar rekaman, yang ternyata sama susahnya karena semua orang mengharapkan band yang lagunya seperti dewa18 atau band kaya red hot chilli peppers atau pearl jam, sedangkan musiknya koil jauh sekali dengan jenis tersebut.

Pada 1994 koil akhirnya merilis sendiri mini album berjudul "DEMO FROM NOWHERE" dan bisa terjual sampe sekitar 500 kopi, hasil yang lumayan untuk band yang kurang komersil dan kurang trendi ini.

Keberuntungan datang sekitar tahun 1995, Adam dari LAST FEW MINUTES memberikan mini album tsb kepada BOEDI SUSATYO (produsernya SLENG) dan ternyata beliau tertarik untuk mengontrak koil dalam labelnya PRO-Q. Selanjutnya proses negosiasi berlangsung dan setelah melewati birokrasi yang rumit koil berhasil merilis satu album penuh yang berjudul KOIL, sekitar SEPTEMBER 1996. Kaset ini terjual sekitar 15000 kopi, bukan angka yang besar untuk ukuran band major label, tapi anak-anak koil kurang peduli dengan urusan major label, bagi mereka merilis album yang penuh idealisme jauh lebih penting dari keuntungan penjualan album, karena hal ini maka Mas Boedi kerepotan untuk memproduksi album koil berikutnya, padahal ada kontrak satu album lagi yang harus dipenuhi.

Sejak 1998 koil kembali dengan sistem indipendent, sambil mencari label yang sesuai dengan idealisme mereka, koil merilis single "KESEPIAN INI ABADI", yang sampai saat ini masih beredar di kalangan underground Bandung dan sekitarnya, sedangkan kegiatan personil koil makin banyak, dengan proyek-proyek remix, kompilasi, engineering, dan urusan musik lainnya, orang-orang mulai tertarik dengan kemampuan band ini dalam mengolah lagu dan memanipulasi suara yang memang keahlian mereka, dan studio rekaman mereka yang sangat sophisticated(ngerti nggak?) dan sangat modern.

Kami semua dari koil management berharap semoga band ini menjadi besar, tanpa harus mengorbankan idealisme mereka, buktinya selama ini apa yang dicita-citakan oleh Otong.cs, selalu berhasil tercapai walaupun harus dengan perjuangan yang berat, bila anda fans band ini, kami atas nama seluruh personil band mengucapkan terima kasih atas dukungan anda selama ini, sebab tanpa fans kerja keras kami tidak ada artinya.

Tahun 1998 koil membentuk label APOCALYPSE bersama Adam Kubik dan mendapatkan kontrak distribusi dari METROTAMA MUSIK.

Sedangkan nasib Richard, Radom, Lusi pun tidak kalah beruntung dengan anggota koil lainnya, Richard dan Radom membentuk band baru bernama SEL yang tahun 1999 ini juga mengeluarkan album, Lusi membentuk KUBIK bersama Adam dan Iman, band yang jauh lebih sukses dibandingkan koil sendiri, anak-anak ini bisa terus merealisasikan idealisme dan cita-cita mereka sesuai dengan perjalanan hidupnya masing-masing.

Semua ini mungkin tidak berhubungan dengan musik Indonesia yang isinya cuma band-band pop kacang busuk yang makin banyak jumlahnya, tapi kami yakin apa yang telah koil kerjakan akan memberi dampak yang besar di masa mendatang, karena revolusi musik ini baru saja dimulai, dan koil adalah salah satu pionir yang akan berkepala batu dan berkeras untuk ?enetralisasi keadaan musik yang berat sebelah ini, sudah lebih dari 10 tahun koil membuktikannya.


Diskograph, , , ,
1.monotone devices (1994) - kaset demo
2.demons from nowhere (1994/1995) - single 4 lagu
3.koil self titled (proQ 1996) - full album
4.kompilasi the best alternative Ind. (target pro1998) - 1 lagu
5.caligula1998 (apocalypse 1998) - single 4 lagu
6.kaset ripple magz#02 (1999) - 1 lagu
7.kompilasi ticket to ride (2000) - 1 lagu
8.megaloblast (apocalypse 2001) - full album
9.The Blacklight Shines On (apocalypse 2001) - full album